A. Luka Kaki
Alhamdulillah, luka ku tlah sembuh. InsyaAllah bisa mobile lagi.
Luka itu awalnya kecil, sepele memang. Gara gara jatuh, karena mondar mandir dan lantainya licin. Luka itu kecil, kecil sekali..hanya terkelupas. Bagiku sangat kecil, karena yang lebih parah dari itu terlalu sering. 3 Hari luka itu dicuekin, terkena gesekan kaos kaki yang lembab karena hujan. Keinjek teman ketika acara ramai, dan kena pintu garasi karena kesiangan.
Akibatnya? luka kecil itu jadi masalah besar. Dokter bilang itu sudah infeksi. bengkak dan bernanah. Beliau menyarankan kaki ku diistirahatkan sementara. jangan digunakan dan jaga agar tetap kering. Salep dan Antibiotik harus dihabiskan. Sayangnya tidak mungkin aku harus beristirahat. Jadi ngantor tetap dunk…dengan kaki yang diperban, tetap pakai kaos kaki namun tak pake sepatu. Bayangkan saja perihnya macam mana? diriku juga tak suka tayamum. Walopun perih, diusahakan untuk tetap wudhu. Karena menurutku air wudhu bisa jadi salah satu terapi penyembuh lukaku. Coz dulu waktu kecelakaan motor..dan wajahku lecet.. yang bikin mulus lagi adalah air wudhu. Mantaps kali kan? mungkin temen2 akhwat disini belum pernah merasakan gimana rasanya muka hancur sebelah?. Diriku sudah pernah. rasanya seperti hampir kiamat. Malu..of course… jerawat saja sebelumnya tidak pernah mampir. Ini wajahku harus diperban. Itu petunjuk allah, bahwasanya wajah cantik atau ganteng adalah kepunyaannya, jangan jadi sebuat alat untuk menyombongkan diri.
B. Luka Hati
Luka kaki bisa dianalogikan sebagai luka hati. Rasa cinta yang tidak pada tempatnya…dapat menyebabkan luka…baik secara fisikly…maupun secara ruhani. Pada awalnya, terkadang kita menyepelekan hal hal yg bisa menyebabkan luka hati tsbt. Apalagi status kita sebagai Aktivis seringkali menganggap enteng, hal hal yang bisa menyebabkan hati kita jadi berbelok arah. Kadangkala penyebab luka hati (maksiat2 kecil) seringkali kita diamkan dan membuat hati jadi terlena. Ketika telah jadi besar, baru terasa bahayanya. Sekecil apapun luka itu, kinerja anda tetap akan terhambat. Biarpun lukanya di kaki. Efektifitas dan efisiensi kerja antum terpengaruh. Begitu pun hati, minimal mengurangi kekhusyukan ibadah harian kita.
Mendeteksi luka kecil seharusnya segera dilakukan, ketika terjadi sesuatu pada anggota badan kita. mencegah 100 persen lebih baik dibanding mengobati. Seperti juga luka pada kaki, yang bisa disembuhkan dengan beristirahat total. Luka pada hati juga bisa disembuhkan dengan taubat total, untuk tidak mengerjakan hal hal yang bisa mengakibatkan luka itu lama sembuhnya bahkan bertambah parah. Selain itu untuk menyembuhkan luka kita juga harus bertega hati menghukum diri dengan mengkonsumsi obatnya. Sepahit apapun obat itu, harus kita telan. Biasanya luka hati, ujungnya adalah fitnah.. Menghindari sumber fitnah.
Hum…jaga diri baik baik, jangan sampai banyak goresan luka. Bisa jadi luka itu telah sembuh. Tapi bekasnya tak kan pernah hilang…
” Ya Allah janganlah Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan tentangku. Berikanlah kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan padaku, Ampunilah aku karena apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku “
5 Juni 2008 pukul 13:17 |
Ini hanya pesembahan oleh Admin yang akan menampilkan data yang akan lebih banyak lagi… Maaf kalau ini terlalu pendek…